Cek Harga Tiket Pesawat di Utiket
Domestic
Internasional
Layanan Pelanggan Via YM
  • Marketing :
  • Informasi :

Mentawai > Flora & Fauna

 

Flora & Fauna

FLORA  and  FAUNA

 Mentawai is covered by tropical rain forest with many foret type such as ; primary dipterocarp forest, primary mixed forest and mangrove forest. Each island tends to have its own flora and perhaps 15 percent of the plant forms being endemic. Some 65 percent of the mamalias in mentawai, mainly in Siberut are endemic found only on these islands. Of special interest are the four species of primates, which are found only here.

 The Bilou or Kloss Gibbon (Hylobates klosii)is the most primitive of the gibbons, with a particularly melodious call Whch seems to have been ancestral to all other gibbon calls, and a pelage coloration which is the simplest of all gibbons.

 The Joja or Mentawai Langur ( Presbytis potenziani) is the only monkey which  lives in permanent pairs, and the more complex harem.

 The Simakobu or Pigtailed Langur (Simias concolor) is so strange that it has a short snub nose, a pig like tail, two color phases, and two different social structures, clearly a rapidly – evolving monkey.

 The Bokkoi or Mentawai Macaque ( Macaca pagensis), most closely related tobthe upland Pig – tailed Macaque and it may have been among the first macaques to reach Indonesia from mainland Asia.

     

FLORA  dan  FAUNA

Kepulauan Mntawai ditutupi oleh hutan hujan tripis, mulai dari hutan primer dipterocarpaceae, hutan primer campuran, rawa, hutanpantai hingga hutan bakau. Setiap pulau memiliki flora masing – masing dan diperkirakan 15 persen dari tumbuhan yang ada adalah endemic. Sementara itu, kira – kira 65 % dari binatang menyusui yang hidup di Mentawai, terutama Siberut  adalah binatang endemic (didapati hanya di kepulauan ini). 4 species prima langka yang hanya ada disini yakni:

 Bilou atau Kloss Gibbon (Hylobates klossii) merupakan jenis gibbon yang paling primitive, berbunyi merdu dan menjadi asal bunyi dari semua gibbon lainya, dimana warna bulunya paling sederhana dari semua jenis gibbon.

 Joja atau Mentawai Langur (Presbytis potenziani) adalah jenis kera yang hidupbsecara berpasangan dan kelompok harem yang kompleks.

 Simakobu atau Snubnosed Langur(Simias concolor), monyet ini hidungnya pendek dan gemuk, ekor menyerupai ekor baby, dua warna, serta cepat berkembang.

 Bokkoi atau Mentawai Macaque (Macaca pagensis) sangat dekat dengan beruk yang hidup di dataran tinggi, merupakan jenis monyet yang pertama masuk ke Indonesia dari daratan Asia.

 

 

 

 


Beruk Mentawai (Macaca pagensis) Monyet Endemik Mentawai

Beruk mentawai (Macaca pagensis) merupakan salah-satu monyet endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera. Hewan endemik ber-ordo primata yang oleh masyarakat setempat disebut bokoi ini populasinya semakin terancam sehingga oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai satwa berstatus Critically Endangered, tingkatan terakhir sebelum punah.

Beruk mentawai atau bokoi (Macaca pagensis) bersama beruk siberut (Macaca siberu), semula dianggap sebagai anak spesies dari Macaca nemestrina. Namun kemudian ketiganya dianggap sebagai spesies yang berbeda.

Beruk mentawai oleh masyarakat lokal disebut sebagai bokoi. Sedangkan dalam bahasa Inggris, binatang endemik Kepulauan Mentawai ini disebut sebagai Pagai Island Macaque, atau Pagai Macaque. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin), monyet langka ini dinamakan Macaca pagensis yang bersinonim dengan Macaca mentaveensis (de Beaux, 1923).

Diskripsi Fisik dan Perilaku. Beruk mentawai (bokoi) mempunyai panjang tubuh antara 45-55 (jantan) dan 40-45 (betina) dengan panjang ekor mencapai antara 10-16 cm. Berat Macaca pagensis antara 6-9 kg untuk jantan dan hanya 4,5-6 kg untuk beruk betina.

beruk mentawai (Macaca pagensis) monyet endemik Mentawai, Indonesia (gambar: wikipedia)

Beruk mentawai mempunyai ciri menyerupai beruk-beruk lainnya. Perbedaannya pada rambut bagian pipi yang berwarna lebih gelap. Mahkota berwarna coklat dengan rambut pada dahi dan mantel lebih panjang.

Kulit wajah beruk mentawai berwarna hitam dengan mata coklat. Monyt ini memiliki kantong pipi yang berguna sebagai penyimpan makanan saat bokoi ini mencari makan.

Beruk mentawai merupakan binatang diurnal (aktif di siang hari) dengan memakan berbagai jenis daun, bunga, biji-bjian, dan buah-buahan. Monyet endemik mentawai ini hidup tinggal di atas pohon pada setinggi 24-36 meter secara berkelompok antara 5-25 individu. Monyet ini bersifat poligamus.

Habitat, Populasi dan Persebaran. Beruk mentawai dapat dijumpai diberbagai habitat hutan bakau, pesisir, hutan primer, hutan sekunder hingga hutan di dekat pemukiman. Persebarannya terbatas di pulau Pagai Selatan, pulau Pagai Utara, dan pulau Sipora di Kepulauan Mentawai, Sumatera.

Habitatnya yang hanya tersebar di 3 pulau di kepulauan Mentawai (Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan), perburuan, serta deforestasi hutan dan pertambahan penduduk di pulau-pulau tersebut membuat populasi monyet asli mentawai ini semakin terdesak dan terancam kepunahan. Populasinya hanya tersisa sekitar 2.100-3.700 ekor (Paciulli 2004). Padahal pada tahun 1980-an populasinya masih tercatat sebanyak 15.000 ekor (Whittaker 2006).

Lantaran itu, IUCN Redlist kemudian memasukkan beruk mentawai (Macaca pagensis) dalam status konservasi Critically Endangered (Kritis) sejak tahun 2000. Dengan status ini, beruk mentawai (bokoi) menjadi salah satu dari 11 mamalia Indonesia yang berstatus kritis selain harimau sumatera, macan tutul jawa, badak jawa, dan saudara beruk mentawai Kerahitam sulawesi (Macaca nigra).

Semoga sang monyet endemik mentawai ini tetap mampu bertahan di tengah desakan populasi manusia.

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Cercopithecidae; Genus: Macaca; Species: Macaca pagensis (Miller, 1903).


Ke Beranda